• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
Kamis, November 5, 2026
  • Login
insankita.com
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ekobis
  • Lowongan Kerja
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Advetorial
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ekobis
  • Lowongan Kerja
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Advetorial
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
insankita.com
No Result
View All Result

Gizi Demokrasi Elektoral

Admin by Admin
Januari 25, 2023
0
Indra Eka Putra, SH.,MH.,C.PL

Indra Eka Putra, SH.,MH.,C.PL (Komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe, Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa)

0
SHARES
132
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

INSANKITA.COM, KONAWE – Pada saat plato menulis ‘republik’ untuk yunani yang dicita-citakannya, boleh jadi plato saat itu menganggap bahwa saripati demokrasi adalah penataan negara oleh orang yang punya kepandaian dan kerohanian yang mumpuni seperti gurunya yang rela meminum racun untuk meninggalkan legacy bagi masyarakat yunani berabad-abad.

Padahal semakin hari yunani semakin diserang bukan hanya dualitas mazhab tetapi jauh dari itu yunani akhirnya mendapatkan serangan beruntun dan tak beruntung menghindarinya sampai saat ini. yunani, yang saat itu mengira bahwa hanya ada dualitas jenis persoalan kenegaraan yaitu dari dalam negara atau kekuasaan itu sendiri maupun dari luar kekuasaan atau masyarakat sipil ternyata tak dapat membendung bahwa persoalan semakin runyam dengan pluralitas persoalan, bukan hanya satu atau dua dimensi tetapi jauh dari itu telah multi dimensi.

Jika penulis mengingat herbert marcus yang merumuskan teori reifikasinya bahwa manusia dewasa ini telah menyandarkan kesejatian kemanusiaannya kepada hal-hal diluar dari dirinya sendiri. Dalam artian manusia hari ini telah kehilangan definisi tentang “Gizi” yang dibutuhkan dalam membangun menumen peradaban demokrasi. Bahkan jauh dari gizi yang diharapkan oleh tubuh demokrasi, kita berpesta pora memasukan racun-racun ganas kedalam tubuh yang dahulu dihabiskan waktunya oleh socrates dan plato 364 SM untuk membangun peradaban ‘Gizi’ demokrasi yang paripurna. Racun yang penulis maksud adalah ‘Power tends to corrupt, and absoluth power corrupt absolutly’ sebab jalannya hari bukan hanya terbuka satu tetapi rentan terbuka banyak. Jika definisi gizi demokrasi elektoral kita tidak segera diselesaikan.

BacaJuga

Inflasi Terendah di Sultra, Bupati Yusran: PAD Rumah Makan Capai 88,2 Persen, Bukti UMKM Konawe Terus Tumbuh

Andre Darmawan Soroti Dugaan Status Tersangka Anton Timbang dan Kehadirannya di Istana Kepresidenan

Sejatinya inti dari demokrasi elektoral adalah demokrasi berbasis representasi, dimana politisi dan dan partai politik harus menyadari bahwa tugas utama mereka adalah menjadi wakil dari konstituennya yang mewujud pada daerah-daerah pemilihan. Itu harapan kita, dan masih menjadi harapan kita sampai saat ini. kemudian, itu juga dimasukkan oleh kita sebagai salah satu nutrisi jika para wakil rakyat kita tepat janji  soal ini. dan saya yakin mereka akan tepat janji (meskipun teman disamping saya berbisik bahwa ini musimnya brother). Dialektika demokrasi yang tak kunjung usang selalu menghadirkan kontra-wacana diantara sesama pemegang kewenangan, sebut saja para legislator kita yang dewasa ini menggulirkan pada dua kutub pembahasan model pemilu antara lain, model pemilu proporsional terbuka dan proporsional tertutup.

Berkaca pada soal itu, dalam berbagai literasi kepemiluan kita dan dunia kita dapat menemukan berbagai jenis sistem pemilu itu sendiri (ini juga penulis temukan dalam interaksi peneliti perludem) bahwa sebenarnya ada 3 (tiga) jenis besar sistem pemilu dunia bahkan dapat dikatakan pernah dan/atau sedang dianut oleh bangsa indonesia yaitu (1). Sistem pluralitas mayoritas, yaitu sistem yang dianut oleh sistem pemilihan kepala daerah se-Indonesia (minus DKI jakarta) sistem ini menggantungkan pada peraih suara terbanyak dari semua kontestan yang bertarung dengan angka tertentu dalam daerah tertentu, dimana peraih suara terbanyak menjadi pemenang dari pertarungan tersebut. Jenis atau sistem seperti ini ada varian lainnya yaitu yang digunakan dalam pemilihan kepala daerah khususnya di DKI Jakarta yaitu dengan menggunakan sistem “Two Round System”. Sistem ini sering disebut sistem ‘pilkada rasa pilpres’ karena prasyarat keterpilihannya mirip dengan pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, misalnya, jika tidak ada yang mencapai suara 50+1 dari para kontestan yang bertarung maka, wajib dilanjutkan dengan putaran kedua. Nah, dalam putaran kedua inilah siapa peraih suara terbanyak maka dia dinyatakan dan ditetapkan sebagai pemenang.

Selanjutnya (2), sistem yang digunakan dalam pemilihan Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) kita yang disebut dengan ‘single non transparable vote’ dimana suaranya tidak bisa dibagi kepada calon DPD yang lain atau sering disebut juga dengan sistem suara berwakil banyak. Ini sangat berbeda dengan pemilihan anggota DPR, DPRD atau DPRD kab/kota dimana suaranya dapat dibagi kepada anggota yang lain jika telah memenuhi ambang batas kursi atau biasa disebut bilangan pembagi pemilih. Atau sebaliknya, para pemilih Cuma mencoblos partai dalam regulasi mutakhir untuk tidak menyia-nyiakan suara maka partai dapat mendelegasikan suara  yaang tadinya ke partai menjadi kepada calon anggota legislatif dalam satu partai yang sama.

Terakhir (3), adalah yang sedang santer diperbincangkan yaitu sistem proporsional terbuka dan proporsional tertutup; tetapi penulis tidak pada posisi memilih, pada bagian ini penulis ingin menggarisbawahi saja bahwa kedua sistem (baik proporsional tertutup maupun proporsional terbuka) masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya, sejaran membuktikan bahwa pemilu 1999 itu menggunakan siste proporsional tertutup dimana pemilih hanya memilih partainya saja nanti partai yang akan menunjuk siapa wakilnya (biasanya yang menempati nomor urut 1) yang akan duduk di senayan. Tetapi perlu juga diingat bahwa pemilu tahun 2009 kita telah diperkenalkan dengan sistem pemiliu dengan proporsional terbukan dimana masing-masing calon legislatif beradu ide dan gagasan untuk meraih suara terbanyak bahkan termasuk bersaing di internal partai itu sendiri. Apa yang ingin penulis bold adalah bahwa kesemua sistem yang ada adalah ‘Gizi demokrasi Elektoral’ Indonesia tetapi yang harus menjadi ‘disegerakan’ adalah pemilihan nutrisi atau Gizi untuk tubuh demokrasi kita haruslah betul-betul tepat dan benar. Sebab, diluar definisi kebutuhan nutrisi tubuh demokrasi kita, Racun-racunnya juga seperti Oligarki bahkan kleptokrasi yang bermimik dalam balutan nutrisi itu tak pernah kehabisan akal untuk menjangkiti.

Terakhir, Gizi Demokrasi Elektoral Indonesia akan terus bertumbuh jika tidak bisa dikatakan berubah. Sebab, tantangan jaman terkait modernitas dengan pola digitalisasi dan robotik dapat mengubah arah definisi  Nutrisi atau Gizi buat demokrasi elektoral kita. Jika dan sekali lagi jika tidak segera di definisi kebutuhan demokrasi elektoral indonesia secepat mungkin. Sebagai pembanding misalnya pembentukan bangsa ini, dan perdebatan soal dasar negara pada sidang BPUPKI mengapa Ir. Soekarno sesegera mungkin mendapatkan tempat dihati peserta sidang dan rakyat Indonesia saat itu. Hemat saya karena Ir. Soekarno segera mendefinisi secara konkret apa itu pancasila, yaitu sebagai kesatuan jiwa bangsa indonesia yang telah turun temurun bertahun-tahun dan berabad-abad untuk menuju Indonesia satu buat semua dan Indonesia semua buat semua dan dengan lantang membuat definisi kontra ‘No One to make you feel inferior without your permission’.

Penulis: Indra Eka Putra, SH.,MH.,C.PL (Komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe, Divisi Penanganan Pelanggaran & Penyelesaian Sengketa)

Views: 592
Tags: Gizi Demokrasi ElektoralIndra Eka PutraKonaweSulawesi Tenggara
Previous Post

1044 PPS Resmi Dilantik KPU Konawe

Next Post

KPU Konawe Tegaskan Perekrutan PPS Sudah Sesuai Aturan dan Prosedur

Related Posts

Inflasi Terendah di Sultra, Bupati Yusran: PAD Rumah Makan Capai 88,2 Persen, Bukti UMKM Konawe Terus Tumbuh
Advetorial

Inflasi Terendah di Sultra, Bupati Yusran: PAD Rumah Makan Capai 88,2 Persen, Bukti UMKM Konawe Terus Tumbuh

by Admin
Agustus 4, 2026
0

INSANKITA.COM, KONAWE – Kabar positif menghiasi perekonomian Kabupaten Konawe pada awal Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe melalui...

Read moreDetails
Andre Darmawan Soroti Dugaan Status Tersangka Anton Timbang dan Kehadirannya di Istana Kepresidenan

Andre Darmawan Soroti Dugaan Status Tersangka Anton Timbang dan Kehadirannya di Istana Kepresidenan

Agustus 2, 2026
Konawe Jadi Daerah dengan Inflasi Paling Terkendali di Sultra, Bupati Yusran Ungkap Empat Strategi Kunci

Konawe Jadi Daerah dengan Inflasi Paling Terkendali di Sultra, Bupati Yusran Ungkap Empat Strategi Kunci

Juli 3, 2026
Di Era Yusran Akbar, Konawe Tembus Peringkat Dua Penghargaan Pembangunan Daerah Sultra

Di Era Yusran Akbar, Konawe Tembus Peringkat Dua Penghargaan Pembangunan Daerah Sultra

Juni 11, 2026
Temu Karya Nasional: Wamendagri Puji Konawe, Dinilai Cerdas Manfaatkan Program Strategis Nasional

Temu Karya Nasional: Wamendagri Puji Konawe, Dinilai Cerdas Manfaatkan Program Strategis Nasional

Juni 10, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Daftar Nama 30 Caleg Terpilih Jadi Anggota DPRD Konawe Periode 2024-2029

Daftar Nama 30 Caleg Terpilih Jadi Anggota DPRD Konawe Periode 2024-2029

Maret 6, 2024
Viral Video Mesum Durasi 41 Detik Beredar di Medsos

Viral Video Mesum Durasi 41 Detik Beredar di Medsos

September 27, 2023
Korupsi Dana Bumdes 509 Juta Rupiah, Kedes Lalowulo Konawe Berserta Istri Ditahan Polisi

Korupsi Dana Bumdes 509 Juta Rupiah, Kedes Lalowulo Konawe Berserta Istri Ditahan Polisi

Oktober 19, 2023
Bawaslu Konawe Umumkan 68 Peserta Existing Calon Panwascam yang Memenuhi Syarat

Bawaslu Konawe Umumkan 68 Peserta Existing Calon Panwascam yang Memenuhi Syarat

Mei 2, 2024
KPU Konawe Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe

KPU Konawe Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe

September 23, 2024
Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Imbau PJ Bupati Konawe Untuk Tidak Melakukan Penggantian Pejabat

Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Imbau PJ Bupati Konawe Untuk Tidak Melakukan Penggantian Pejabat

April 3, 2024

Wakil Ketua DPD KNPI Konawe Sebut Bakal Laksanakan Musda Ke-XIV pada Awal Januari 2023

0
Polsek Onembute Imbau Masyarakat Tidak Nyalakan Petasan dan Konsumsi Miras pada Tahun Baru 2023

Polsek Onembute Imbau Masyarakat Tidak Nyalakan Petasan dan Konsumsi Miras pada Tahun Baru 2023

0
Jum’at Curhat Polsek Onembute di Masjid Silea Mendapat Apresiasi Masyarakat

Jum’at Curhat Polsek Onembute di Masjid Silea Mendapat Apresiasi Masyarakat

0
Polres Konawe Gelar Apel Siaga Pengamanan Malam Tahun Baru 2023

Polres Konawe Gelar Apel Siaga Pengamanan Malam Tahun Baru 2023

0
Ikut Apel Siaga, KNPI Konawe Ingatkan Pentingnya Peran Pemuda Jaga Kamtibmas di Malam Tahun Baru 2023

Ikut Apel Siaga, KNPI Konawe Ingatkan Pentingnya Peran Pemuda Jaga Kamtibmas di Malam Tahun Baru 2023

0
Akibat Petasan Buatan Sendiri, Telapak Tangan Seorang Pria di Konawe Hancur di Malam Tahun Baru 2023

Akibat Petasan Buatan Sendiri, Telapak Tangan Seorang Pria di Konawe Hancur di Malam Tahun Baru 2023

0
Diduga Cederai Nama Baik Sekolah, Siswa SMA Negeri 1 Puriala Tolak Dua Guru PPPK

Diduga Cederai Nama Baik Sekolah, Siswa SMA Negeri 1 Puriala Tolak Dua Guru PPPK

November 2, 2026
Komando Demo Kantor Pusat PT IGIP di Jakarta, Soroti Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan Industri Morowali

Komando Demo Kantor Pusat PT IGIP di Jakarta, Soroti Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan Industri Morowali

Oktober 30, 2026
Masyarakat dan Pemuda Segel Kantor dan Base Camp PT CASH di Puriala, Ini Alasannya

Masyarakat dan Pemuda Segel Kantor dan Base Camp PT CASH di Puriala, Ini Alasannya

Oktober 27, 2026
Kapolsek Onembute Pantau Kebakaran Pohon Sagu di Desa Kumapo, Waspadai Api Merembet ke Permukiman

Kapolsek Onembute Pantau Kebakaran Pohon Sagu di Desa Kumapo, Waspadai Api Merembet ke Permukiman

Oktober 24, 2026
Bupati Yusran Akbar Targetkan BLK Konawe Beroperasi 2027, Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri

Bupati Yusran Akbar Targetkan BLK Konawe Beroperasi 2027, Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri

Oktober 24, 2026
Kebakaran Hutan Sagu di Kumapo Meluas hingga 1 Kilometer, Kapolsek Onembute Terus Pantau Lokasi

Kebakaran Hutan Sagu di Kumapo Meluas hingga 1 Kilometer, Kapolsek Onembute Terus Pantau Lokasi

Oktober 24, 2026

Media online yang menyajikan berita terupdate, fokus mengabarkan berita Nasional, Daerah, Hukum, Kesehatan, dll

Kategori Populer

  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekobis
  • Foto
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Uncategorized
  • Utama
  • Video

Berita Terbaru

Diduga Cederai Nama Baik Sekolah, Siswa SMA Negeri 1 Puriala Tolak Dua Guru PPPK

Diduga Cederai Nama Baik Sekolah, Siswa SMA Negeri 1 Puriala Tolak Dua Guru PPPK

November 2, 2026
Komando Demo Kantor Pusat PT IGIP di Jakarta, Soroti Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan Industri Morowali

Komando Demo Kantor Pusat PT IGIP di Jakarta, Soroti Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan Industri Morowali

Oktober 30, 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2022 www.insankita.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ekobis
  • Lowongan Kerja
  • Politik
  • Opini
  • Advetorial
  • Foto
  • Video

Copyright © 2022 www.insankita.com