INSANKITA.COM, KONAWE – Kabar positif menghiasi perekonomian Kabupaten Konawe pada awal Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe melalui Berita Resmi Statistik mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Konawe hanya sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40.
Capaian tersebut menempatkan Konawe sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di antara lima kabupaten/kota yang menjadi lokasi penghitungan inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kolaka yang mencapai 4,57 persen, Kota Kendari 3,82 persen, dan Kota Baubau 3,03 persen.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm), Konawe mengalami inflasi sebesar 0,54 persen yang dipengaruhi kenaikan harga pada kelompok Transportasi serta Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga. Meski demikian, BPS juga mencatat terjadinya deflasi pada sejumlah komoditas pangan strategis seperti tomat, sawi hijau, dan kacang panjang. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan bahan pangan di Konawe masih relatif aman dan terkendali.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. menegaskan Pemerintah Kabupaten Konawe akan terus menjaga stabilitas harga sesuai target inflasi nasional.

“Kabupaten Konawe tetap menjaga posisi 2,5±1 persen sebagai acuan target inflasi nasional. Kami terus menjaga agar tidak terjadi deflasi yang ekstrem karena itu bisa merugikan petani maupun pelaku usaha di hilir. Intinya, harga bahan-bahan pokok harus tetap terkendali, dan kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memantau pasokan,” ujar Yusran di Unaaha, Selasa (4/8/2026).
Di sisi lain, Yusran juga mengungkapkan kabar menggembirakan dari sektor pendapatan daerah yang dinilai menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Selain inflasi yang tetap terjaga, saya juga bangga dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang membuktikan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi benar-benar membaik. Realisasi pendapatan dari sektor pajak rumah makan dan restoran telah mencapai 88,2 persen, atau sebesar Rp11,9 miliar dari target Rp13,5 miliar,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya realisasi penerimaan pajak rumah makan dan restoran menjadi indikator bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Konawe terus bertumbuh.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari banyaknya kegiatan dan berbagai event yang digelar di Kabupaten Konawe sepanjang semester pertama 2026.
“Event-event yang berlangsung di Konawe memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Efeknya kemudian tercermin pada meningkatnya realisasi penerimaan pajak daerah hingga semester I tahun 2026. Ini merupakan gambaran bahwa siklus ekonomi di Konawe berjalan dengan sehat,” jelasnya.
Dengan pengendalian inflasi yang konsisten, koordinasi bersama Bank Indonesia, serta pertumbuhan sektor UMKM yang terus menunjukkan tren positif, Bupati Yusran optimistis Kabupaten Konawe mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan pendapatan daerah hingga akhir tahun 2026.
Laporan: Atzhar Tabara



















