INSANKITA.COM, KONAWE – Tradisi bakar dupa masih menjadi bagian penting dalam ritual baca-baca masyarakat Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Ritual tersebut umumnya digelar dalam berbagai kegiatan adat maupun acara keluarga seperti syukuran, pernikahan, hingga doa keselamatan. Dupa dibakar sebelum atau saat prosesi doa berlangsung sebagai simbol penyucian dan bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Seorang masyarakat setempat menjelaskan bahwa asap dupa melambangkan harapan dan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan agar acara yang dilaksanakan mendapatkan keberkahan serta dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini adalah bagian dari adat yang sudah diwariskan turun-temurun. Maknanya adalah doa dan rasa syukur,” ujarnya.
Meski zaman terus berkembang, sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas budaya. Namun demikian, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan keyakinan masing-masing keluarga.
Tradisi bakar dupa dalam ritual baca-baca menjadi salah satu bukti kekayaan budaya lokal yang masih lestari di tengah masyarakat modern saat ini.
Laporan: Atzhar Tabara























