INSANKITA.COM, KONAWE – Kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Kabupaten Konawe dipadati puluhan ribu peserta yang mengikuti tarian Lulo kolosal, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang diikuti aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, serta pelajar SMP dan SMA ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai tarian kolosal dengan peserta terbanyak.
Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 25 ribu peserta, namun antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta membludak. Berdasarkan verifikasi resmi MURI, tercatat 26.126 orang ikut dalam tarian Lulo tersebut.
Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo, mengatakan jumlah peserta tersebut bukan hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga rekor dunia untuk tari kolosal dengan peserta terbanyak.
“Jumlah peserta tarik Lulo kolosal yang mencapai 26.126 orang bukan hanya rekor nasional tetapi juga rekor dunia,” ujar Osmar saat memberikan pengumuman di kawasan ICP Konawe.
Ia menjelaskan, filosofi tari Lulo yang berakar kuat pada nilai kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan tanpa memandang suku, agama, ras, maupun status sosial, menjadi simbol perdamaian yang nyata.
“Di tengah dunia yang penuh dinamika geopolitik dan perbedaan, Kabupaten Konawe memberikan pembelajaran berharga bahwa dalam harmoni tarian, kita semua adalah satu keluarga. Dunia harus melihat dan belajar dari Konawe,” ungkapnya.
Osmar meyakini rekor tersebut akan sulit dilampaui dalam waktu dekat. Ia menyebutkan, catatan sebelumnya hanya mencapai 2.500 peserta di Kota Kendari pada 2005, serta 25.346 peserta di Konawe pada 2015.
“Pada hari ini kami dari MURI telah memverifikasi secara ketat dan mengonfirmasi bahwa peserta yang hadir mencapai 26.126 orang. Pencapaian ini bukan saja rekor nasional, tetapi juga rekor dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Konawe, Yusran Akbar, mengatakan kegiatan Lulo kolosal tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang berhasil melampaui capaian sebelumnya pada tahun 2015.
“Kami berharap ke depan akan tercipta lagi rekor-rekor baru dalam pemerintahan Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim,” ujar Yusran.
Laporan: Atzhar Tabara





















