INSANKITA.COM, KONAWE – Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan menyampaikan tiga hal ke pengurus Tim penggerak (TP) pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Kabupaten Konawe.
Tiga hal itu disampaikan Sekda Konawe saat sambutan di kegiatan peragaan busana PKK Kabupaten Konawe, Selasa (21/3/2023) di gedung Wekoila.
Ferdinand Sapan mengatakan ada tiga hal yang ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sampaikan ke pengurus TP PKK Kabupaten Konawe. Pertama, Stunting menjadi persoalan eksternal.
“Harapan kami, program penanganan stunting bisa di sinkronisasi dengan program yang di PKK,” ungkapnya
Kedua, berdasarkan hasil penelitian dari kementerian pendidikan, ada 10 pokok persoalan remaja di Indonesia.
“Saya lebih ke tiga persoalan. Persoalan itu yakni, Remaja sudah tidak menghormati orang tuanya, Guru, dan pemimpinnya. Remaja kita saat ini sudah tidak jujur. Remaja Indonesia saat ini selalu berfikir negatif sehingga akhirnya bersikap arogan.
Ketiga, cara berfikir ibu-ibu. ada tiga tingkatan cara berfikir ibu-ibu. Tingkatkan pertama, cara berfikir Profesional atau maju. Cara berfikirnya, setiap ketemu sesamanya selalu berfikiran tentang program dan apa yang akan dilakukan kedepan.
Tingkatkan kedua, cara berfikir sedang. Cara berfikir ini, ketika bertemu sesama ibu-ibu yang mereka ceritakan adalah peristiwa yang telah terjadi.
“Contohnya, tadi kamu nonton film ini, jadi mereka ketemu hanya menceritakan kejadian yang sudah terjadi,” kata Sekda
Yang terakhir, cara berfikir rendah. Cara berfikir ini, ketika bertemu temannya akan menceritakan gosip, atau temannya sendiri, atau bahkan menggosipkan temannya yang tidak hadir.
“Jadi diharapkan di Konawe ini tidak ada yang berfikir yang terakhir ini, minimal cara berfikir sedang,” tuturnya
Untuk itu, seluruh pengurus TP PKK Kabupaten Konawe harus mau dan mampu menjadi garda terdepan untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan tangguh mewujudkan Indonesia tumbuh dalam aspek moral, sosial, kesehatan, dan pendidikan, budaya, dan lingkungan dimulai dari lingkungan keluarga.
“program sinergi yang kuat antara PKK dengan Pemkab Konawe, akademisi, pers, organisasi masyarakat, dan masyarakat untuk mampu mendorong percepatan penyelesaian masalah yang ada di kabupaten Konawe,” tandasnya



















