INSANKITA.COM, KONAWE– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Konawe menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diikuti sebanyak 20 peserta, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermanfaat” dan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Konawe, Sandra Hasba.
Dalam sambutannya, Sandra Hasba mengatakan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai konsep demokrasi serta peran setiap individu dalam mengawal jalannya proses demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Semua elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan sekaligus mengawal demokrasi. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perbaikan kualitas demokrasi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sandra juga mendorong agar diskusi mengenai demokrasi terus dilakukan dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, ruang-ruang diskusi menjadi sarana untuk melahirkan gagasan serta solusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.
“Ada cita-cita besar yang ingin kita capai, dan semuanya berawal dari demokrasi. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan kualitas demokrasi yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan merupakan jantung dari demokrasi. Oleh sebab itu, pengawasan yang dilakukan secara partisipatif menjadi salah satu kunci untuk menjaga integritas proses pemilu.
“Harapan saya, pendidikan ini menjadi bekal bagi kita semua dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan yang akan datang. Di situlah nanti peran teman-teman akan diaktualisasikan dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” tutup Sandra.
Laporan: Atzhar



















