INSANKITA.COM, KONAWE – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., menghadiri kegiatan Panen Raya Padi di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda Konawe, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok tani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Wamendagri Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., atas keberhasilannya mengembangkan sektor pertanian.
“Dengan luas lahan sawah sekitar 40 ribu hektare, Konawe memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penyediaan stok pangan nasional. Saya juga sempat berdialog dengan para petani dan mereka merasakan manfaat berbagai program pemerintah, mulai dari ketersediaan pupuk hingga dukungan peningkatan produksi pertanian,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat.
“Ini merupakan keberhasilan Pak Bupati bersama seluruh perangkatnya yang didukung Forkopimda dan masyarakat. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar lima juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan Konawe menjadi salah satu daerah penyumbangnya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wamendagri serta Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa ke Kabupaten Konawe.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan Bapak Dirjen Bina Pemerintahan Desa. Selain menghadiri Panen Raya, Konawe juga dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Temu Karya Nasional,” ujarnya.
Yusran juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis di sektor pertanian, salah satunya pembangunan gudang penyimpanan hasil panen.
Menurutnya, dengan luas sawah mencapai sekitar 40 ribu hektare, kebutuhan fasilitas penyimpanan menjadi sangat penting, terutama saat panen raya berlangsung secara bersamaan.
“Jika produksi melimpah namun tidak didukung fasilitas penyimpanan yang memadai, tentu akan menjadi persoalan. Dengan adanya gudang, hasil panen dapat ditampung sebagai cadangan hingga musim panen berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, beras produksi Konawe saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga Merauke.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Konawe, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan petani.
“Kami di DPRD akan terus mendukung kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Salah satu yang menjadi perhatian adalah menjaga stabilitas harga gabah saat musim panen raya,” katanya.
Ia menilai pembangunan gudang penyimpanan merupakan solusi penting untuk menjaga nilai jual hasil panen petani.
“Dengan adanya gudang penampungan, hasil panen petani dapat terserap dengan baik sehingga harga gabah tidak jatuh. Harapannya harga gabah tidak hanya bertahan pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), tetapi dapat meningkat sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, mengungkapkan bahwa Konawe saat ini menjadi salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri yang dirilis pada Desember 2025, Kabupaten Konawe masuk dalam 80 besar dari 100 daerah penyumbang beras nasional. Bahkan, Konawe menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut.
“Capaian ini membuktikan bahwa Konawe tidak hanya menjadi lumbung pangan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ferdinand menambahkan, produksi beras Konawe telah mencapai tingkat surplus sehingga mampu memenuhi kebutuhan daerah lain.
“Jika produksi kita tidak surplus, tentu tidak mungkin kita mengirim beras ke daerah lain. Saat ini beras Konawe telah dipasarkan ke Ambon, Sumatera Utara hingga Manado,” katanya.
Laporan: Redaksi



















