INSANKITA.COM, KONAWE – Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si, memimpin rapat evaluasi kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe terkait pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2025.
Rapat yang berlangsung di Kecamatan Latoma pada Sabtu (13/9/2025) ini dihadiri Sekda Konawe, perwakilan Forkopimda, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Konawe, lurah, serta kepala desa dari Kecamatan Latoma, Asinua, dan Ambekairi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan pesan penting dari Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Ia menekankan pentingnya transparansi, keterbukaan laporan, serta evaluasi yang objektif dari seluruh OPD dan instansi terkait.
“Seluruh kepala OPD, camat, dan instansi terkait diminta menyampaikan laporan secara terbuka. Apa saja yang sudah dilaksanakan, apa yang belum, serta kendala yang dihadapi. Kita sudah memasuki bulan September, sisa waktu kita hanya beberapa bulan. Maka, mari hitung dengan cermat waktu, anggaran, sumber daya, dan koordinasi yang ada,” tegas Syamsul.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa evaluasi bukan sekadar menilai capaian, tetapi menjadi pijakan untuk mempercepat realisasi program. Ia menekankan pentingnya fokus dan kolaborasi demi kepentingan masyarakat Konawe.
“Kalau ada program yang belum bisa selesai tahun ini, susun ulang agar berlanjut tahun depan. Namun, yang terpenting adalah memenuhi harapan masyarakat sebaik-baiknya dengan sisa waktu yang ada. Jangan ada yang merasa bekerja sendiri, kita harus saling mendukung dan berkolaborasi demi kemajuan Konawe,” lanjutnya.
Rapat tersebut juga menjadi wadah motivasi bagi jajaran Pemda Konawe. Para kepala OPD diberi kesempatan menyampaikan laporan rinci mengenai capaian maupun tantangan yang dihadapi di lapangan.
Sebagai penutup, Syamsul menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di Konawe.
Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Dinas Ketahanan Pangan Konawe. Sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, dan bahan pangan strategis lainnya dijual dengan harga terjangkau.
Kehadiran GPM ini disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Sumber: ppid Diskominfo Konawe
Editor: Redaksi





















