INSANKITA.COM, KONAWE – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di kawasan industri Morosi, melibatkan dump truk milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan seorang penjual sayur yang tewas di tempat. Kecelakaan diduga akibat rem blong pada kendaraan perusahaan.
Aktivis Sultra, Rekisman, menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian perusahaan yang tidak melakukan pemeriksaan rutin terhadap armada operasionalnya.
“Kecelakaan ini murni kelalaian perusahaan karena rem blong menandakan tidak ada pemeriksaan rutin,” tegas mantan pengurus besar HMI itu.
Ia juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar kejadian serupa tidak terulang.
Senada, Ketua KSPN Konawe, Yopi Syaputra, menyebut kecelakaan kerja sebagai akibat dari kondisi organisasi dan lingkungan yang tidak sehat.
“Penyebab utamanya adalah lemahnya manajemen, pengawasan, serta lingkungan kerja yang tidak layak,” ujarnya.
Menurut Yopi, kecelakaan yang terus meningkat menunjukkan adanya efek domino dari buruknya sistem manajemen dan minimnya koreksi terhadap kesalahan operasional.
“Kecelakaan penjual sayur yang tergilas dump truk bukan hal mengejutkan, karena sistem kerja yang abai terhadap K3,” pungkasnya.
LAPORAN: AT



















