INSANKITA.COM, KONAWE – Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Konawe membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama rangkaian acara yang dipadati pengunjung, omzet penjualan sejumlah pelaku usaha mengalami lonjakan signifikan, terutama pada sektor kuliner, kerajinan, dan produk lokal khas Konawe.
Salah satu pedagang UMKM, Asniatin, mengaku pendapatannya meningkat drastis pada perayaan tahun ini.
“Iya, ada peningkatan. Biasanya hanya sekitar satu juta rupiah, sekarang bisa sampai dua juta rupiah,” ujar penjual bakso bakar yang berjualan di Inolobunggadue Central Park (ICP) Konawe tersebut.
Senada, Putri, penjual minuman dingin di ICP Konawe, juga merasakan lonjakan penjualan.
“Lumayan, ada peningkatan,” tuturnya singkat.
Namun, tak semua langsung meraup untung besar. Ismono, penjual siomay telur, mengaku penjualannya masih normal. Meski begitu, ia optimistis omzet akan ikut naik seiring ramainya pengunjung ICP.
Nadir, pelaku UMKM yang mengelola kedai kopi di ICP Konawe, bahkan mencatat kenaikan omzet yang cukup besar.
“Alhamdulillah, sangat meningkat. Karena di ICP ini tempat orang berkumpul. Peningkatannya bisa mencapai 20 hingga 50 persen,” ungkapnya.
Nadir juga berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan fasilitas bagi pelaku UMKM.
“Harapannya, semua pelaku UMKM mendapatkan tempat yang sama dan adil tanpa ada yang diistimewakan,” harapnya.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, dalam berbagai rangkaian kegiatan Agustusan juga terlihat memberi perhatian khusus kepada pelaku UMKM. Ia menegaskan, pemusatan perayaan HUT RI di kawasan ICP memang bertujuan mendorong geliat ekonomi lokal, khususnya penjualan para pelaku usaha kecil.
“UMKM kita maju, ekonomi jalan, rakyat sejahtera,” tegas Yusran.
Menurutnya, event besar seperti perayaan kemerdekaan harus menjadi momentum pemerataan peluang bagi semua pedagang, sekaligus memperkuat daya tarik ICP sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Laporan: Atzhar Tabara



















