INSANKITA.COM, KONAWE– Program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan, keterampilan, dan pengelolaan sampah mulai diperluas di Kabupaten Konawe melalui Rumah Dilan Bersahaja. Kelurahan Sendang Mulyasari, Kecamatan Tongauna, kini menjadi salah satu lokasi percontohan program yang didorong Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Tim Penggerak PKK.
Rumah Dilan Bersahaja tersebut telah resmi dibuka oleh Bupati Konawe, Haji Yusran Akbar, ST, Kamis (17/9/2026). Kehadirannya diarahkan bukan hanya sebagai ruang kegiatan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah untuk mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan keterampilan warga.
Bupati Yusran Akbar mengatakan, keberadaan Rumah Dilan harus mampu melahirkan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya dalam melihat persoalan sampah.
Menurutnya, sampah tidak semestinya hanya dikumpulkan dan dijual sebagai barang bekas. Dengan kreativitas dan keterampilan, material yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan dengan nilai jual lebih tinggi.
“Sampah kalau hanya dikumpulkan, paling dapat Rp1.000 per kilo. Tapi kalau diolah jadi kerajinan, nilainya bisa berkali-kali lipat. Ini yang kita dorong,” ujar Yusran.
Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan program nasional ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, Rumah Dilan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas warga yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, pendidikan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Konawe bersama TP PKK menargetkan Rumah Dilan dapat dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Konawe.
Program tersebut diarahkan hadir di 28 kecamatan dengan melibatkan kader PKK di tingkat desa dan kelurahan. Para kader nantinya berperan dalam mengidentifikasi lokasi yang dinilai layak sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Konawe menjelaskan, Rumah Dilan merupakan salah satu program utama Pokja 2 yang bergerak pada bidang pendidikan dan keterampilan.
Ia menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan program agar Rumah Dilan benar-benar menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Tempat ini milik warga, bukan pribadi. Kita ingin keberlanjutan. Jangan sampai karena lahan pribadi, program ini berhenti di tengah jalan,” tegasnya.
Selain pendidikan dan keterampilan, Rumah Dilan juga diarahkan menjadi tempat pengembangan kerajinan berbahan dasar daur ulang.
Produk hasil kreativitas ibu-ibu PKK nantinya akan mendapat dukungan pemasaran melalui kerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Konawe.
“Jadi jangan pesimis. Kumpulkan sampah, pilah, dan olah. Insyaallah bernilai,” ajaknya.
Selain mendorong pengelolaan sampah dan keterampilan, Bupati Konawe juga meminta Kelurahan Sendang Mulyasari dipersiapkan untuk mengikuti lomba desa/kelurahan pada tahun mendatang.
Potensi utama yang menjadi perhatian adalah kondisi sosial masyarakat yang majemuk namun tetap hidup dalam suasana rukun.
Bupati menyebut masyarakat Sendang Mulyasari berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya Jawa, Bali, Bugis, dan Toraja.
Kerukunan tersebut dinilai menjadi modal sosial yang dapat dikembangkan bersamaan dengan penataan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Warga di sini majemuk—ada Jawa, Bali, Bugis, Toraja—tapi rukun. Ini potensi besar. Kalau lingkungan bersih dan toleransi tinggi, turis pasti datang,” kata Yusran.
Rumah Dilan Bersahaja di Sendang Mulyasari sebelumnya merupakan tempat pengajian yang kemudian dikembangkan menjadi ruang multifungsi untuk kegiatan masyarakat.
Kondisi bangunan mendapat perhatian setelah Bupati Konawe melihat langsung kondisi lokasi tersebut. Sejumlah bagian kemudian direnovasi, mulai dari pengecatan, plafon hingga penyediaan karpet baru.
Ketua TP PKK Kabupaten Konawe menyebut dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Rumah Dilan di Sendang Mulyasari.
“Alhamdulillah, Bapak Bupati langsung turun melihat kondisi dan mengeksekusi perbaikan. Ini bukti dukungan nyata,” ujarnya.
Peresmian Rumah Dilan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe kepada Ketua TP PKK Kelurahan Sendang Mulyasari.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah bahan bacaan sekaligus memperkuat fungsi Rumah Dilan sebagai ruang belajar masyarakat.
Kegiatan peresmian turut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan, Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Konawe Isna Edi Raharjono bersama jajaran, istri Ketua DPRD Konawe, sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe, serta masyarakat setempat.
Kehadiran Rumah Dilan Bersahaja di Sendang Mulyasari diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan ruang kegiatan, tetapi membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah, meningkatkan keterampilan, memperkuat budaya membaca, serta menciptakan peluang ekonomi dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Laporan: Atzhar Tabara






















