INSANKITA.COM, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.” Acara ini menjadi momentum penyelarasan kebijakan antara BI dan pemerintah daerah untuk menatap arah ekonomi 2026.
Deputi Kepala KPwBI Sultra, Thathit Suryono, menjelaskan bahwa ekonomi global pada 2025 masih diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan tekanan perdagangan. Meski begitu, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan proyeksi pertumbuhan 4,7–5,5% serta inflasi yang terjaga.
Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah dengan performa ekonomi terbaik. Pada Triwulan III 2025, ekonomi Sultra tumbuh 5,65% (yoy), melampaui pertumbuhan nasional. Pendorong utama pertumbuhan meliputi industri pengolahan berbasis ekspor dan konsumsi rumah tangga. Inflasi pun kembali dalam sasaran berkat penguatan TPID dan strategi 4K. Digitalisasi sistem pembayaran meningkat pesat, ditandai 23,29 juta transaksi QRIS.
Untuk 2026, ekonomi Sultra diperkirakan tumbuh lebih tinggi, ditopang sektor pertanian, industri logam dasar dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta pengembangan kawasan industri.
Mewakili Gubernur Sultra, Asisten II Setda Provinsi menyampaikan apresiasi atas sinergi BI dalam pengendalian inflasi, pemetaan sektor unggulan, dukungan UMKM, serta percepatan digitalisasi sehingga seluruh pemda di Sultra meraih status Pemda Digital.
Pada kesempatan tersebut, BI Sultra juga memberikan BI Sultra Award kepada 18 mitra strategis sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan: Atzhar Tabara



















