INSANKITA.COM, KONAWE – Pejabat (PJ) Bupati Konawe Stanley, hadiri rapat koordinasi Nasional (Rakornas) Stunting, Rabu (4/9/2024) di Jakarta.
Tak sendiri, PJ Bupati Konawe didampingi, Kepala Dinas Kesehatan Mawar Taligana, Kepala BKKBN, Tam Sati Sam, dan Kadis DPMD, Dahlan hadiri
Rakornas tersebut dibuka Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
PJ Bupati Konawe Stanley, melalui Kepala Dinas Kesehatan Mawar Taligana, mengatakan bahwa saat ini progres penurunan angka Stunting di Kabupaten Konawe sudah berjalan baik.
“Kalau data dari hasil survey kita dari 28 % turun jadi 27 %, sedang, kalau data E PPGBM target 4 % di tahun 2024, capaian sampe bulan Juli sdah 4,27%. Dari 9% ditahun 2018,” kata Mawar
Mawar Taligana, mengatakan E-PPGBM merupakan sistem elektonik pencatatan Dan pelaporan Gizi berbasis masyarakat yang memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi yang dientri setiap bulan oleh Pengelola Gizi di tiap-tiap Puskesmas.
“Jadi saya tambahkan masyarakat Harus Jeli membedakan data survey dengan data E-PPGBM, secara nasional data E-PPGBM 18 %,” Ujarnya
Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai target Stunting di bawah 9% di tahun 2025 dibutuhkan intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang memerlukan intervensi lintas program maupun lintas sektor.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan menerbitkan SK Bupati tentang penetapan Desa/Kelurahan Prioritas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Konawe Tahun 2025.
“Harapan kita Kabupaten Konawe di Tahun 2025 sudah bisa mencapai angka stunting di bawah 9 % atau bahkan lebih baik dari itu,” tandasnya



















