INSANKITA.COM, KONAWE – Kecamatan Besulutu turut ambil bagian dalam kemeriahan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Konawe yang digelar pada Jumat, 17 Mei 2025.
Dalam pawai yang berlangsung semarak tersebut, Besulutu menampilkan keberagaman budaya dari tiga suku besar yang mendiami wilayahnya, yakni Suku Tolaki, Bugis, dan Toraja. Masing-masing kelompok tampil dengan busana adat khas daerah mereka, memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus semangat persatuan dalam keberagaman.
Camat Besulutu, Nurlela Saranani, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Besulutu dalam menjaga serta merawat budaya lokal, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar etnis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di Besulutu, meskipun berbeda latar belakang budaya, masyarakat dapat hidup rukun dan harmonis,” ujarnya.
Kecamatan Besulutu menurunkan sekitar 300 peserta dari 17 desa/kelurahan yang tersebar di wilayahnya.
Selain menampilkan busana adat, Besulutu juga menghadirkan marching band dari SMP Negeri 1 Besulutu, yang dibina langsung oleh Bapak Endang Ibrahim, S.Pd., M.Hum.
Penampilan lainnya yang mencuri perhatian adalah Simbol Kalo Sara, yang ditampilkan dalam balutan modern sebagai lambang pemersatu budaya Tolaki, mengusung filosofi:
“Inae kona sara ie pinesara, inae lia sara ie pinekasara”
(Barang siapa menjunjung adat, dia dimuliakan; barang siapa melanggar adat, dia dihina).
Pawai Budaya HUT Konawe ke-65 ini diikuti oleh seluruh kecamatan se-Kabupaten Konawe dan menjadi agenda tahunan yang paling dinanti masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya daerah.



















