INSANKITA.COM, KONAWE – Gubernur Sulawesi Tenggara (Suktra) Andi Sumangerukka bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Rabu (3/3/2026). Ia mengajak seluruh komponen masyarakat menjadikan hari jadi daerah sebagai momentum refleksi dan evaluasi pembangunan.
Upacara dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, Danlanud Halu Oleo, Bupati dan Wakil Bupati Konawe, para kepala daerah se-Sultra, pimpinan dan anggota DPRD Konawe, Forkopimda Kabupaten Konawe, pejabat Pemprov dan Pemkab, pimpinan instansi vertikal, TP PKK, akademisi, pimpinan parpol, ormas, pelaku usaha, camat, hingga kepala desa.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa peringatan HUT tidak boleh sekadar seremonial tahunan. Momentum ini harus dimaknai sebagai ruang evaluasi capaian sekaligus perbaikan atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Peringatan hari ulang tahun harus menjadi momentum bagi seluruh komponen pembangunan untuk merefleksikan dan mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui,” ujarnya.
Menurutnya, selama 66 tahun perjalanan, Konawe telah mencatat beragam dinamika dan capaian penting. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, seperti kemiskinan, pengangguran, inflasi, ancaman krisis pangan dan energi, dampak krisis global, pencemaran lingkungan, potensi bencana, hingga peningkatan profesionalisme aparatur.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, swasta, media, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan. Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu dan seluruh pihak yang telah berkontribusi membangun Konawe.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam setahun kepemimpinannya masih terdapat pelayanan yang belum maksimal. Ia berkomitmen menuntaskan janji politik dan terus meningkatkan pembangunan di Konawe dan Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Bupati Konawe, Yusran Akbar, memaparkan capaian strategis pembangunan dalam Rapat Paripurna DPRD Konawe. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih bukan kebetulan, melainkan hasil konsolidasi kebijakan, penataan prioritas, dan kerja kolektif pemerintah bersama DPRD dan masyarakat.
Secara makro, pertumbuhan ekonomi Konawe meningkat dari 11,82 persen pada 2024 menjadi 12,28 persen pada 2025. Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa menunjukkan tren positif yang memperkuat struktur ekonomi daerah.
Di bidang pembangunan manusia, IPM naik dari 74,50 menjadi 75,09. Usia harapan hidup meningkat dari 72,85 menjadi 73,04 tahun. Harapan lama sekolah bertambah dari 13,05 menjadi 13,11 tahun, sementara rata-rata lama sekolah naik dari 9,69 menjadi 9,80 tahun. Pengeluaran riil per kapita juga meningkat dari Rp11,415 juta menjadi Rp11,763 juta.
Menurut Bupati, peningkatan indikator tersebut menegaskan arah pembangunan Konawe yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Inilah esensi dari dimensi sejahtera dan berkelanjutan dalam pembangunan Konawe,” pungkasnya.
Laporan: Atzhar Tabara





















