INSANKITA.COM, KONAWE – Seorang tenaga kerja asing (TKA) dideportasi oleh perusahaan tempat berkerjanya. Akibat berkomentar miring di group WhatsApp (WA) pekerja, Jumat (24/3/23).
Masyarakat Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan adanya tangkapan layar (Screenshot) percakapan seorang TKA atas nama WA ‘Red King’.
Dalam Screenshot percakapan itu Red King awalnya menulis tentang motivasi bekerja dengan cerdas. Namun, bukan hanya itu ia juga menulis tuhan muslim.
“Jangan memikirkan masalah dengan pikiran bodoh seperti itu, jika anda dapat membayar masalah. Orang tionghoa akan mengalami masalah sejak lama. Mengapa semua orang datang bekerja? Bukan karena orang lain butuh uang. Sebaliknya, mereka memiliki pikiran yang cerdas dan cerdas. Tuhan muslim anda tidak akan memberi anda uang dan makanan, tidak akan memberkati anda dengan dari penyakit dan umur panjang semua takdir ada ditangan anda…,” Tulis Red King dalam percakapan Di grub WA
Setelah screenshot percakapan ini beredar. Kemudian media ini menerima video klarifikasi TKA tersebut.
Dalam video klarifikasi itu, Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin memberikan motivasi kepada pekerja untuk serius dan disiplin dalam bekerja.
Ia berdalih, adanya kesalahan pemakaian google translate. Sehingga menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam menerjemahkan perkataannya menjadi berbeda sehingga komentarnya menimbulkan kegaduhan.
“Saya meminta maaf atas komentar saya yang beredar, saya hanya ingin memberikan motivasi agar karyawan bekerja dengan serius dan disiplin,” ucapnya dalam Bahasa China dan diterjemahkan oleh penerjemah.
Meskipun dirinya telah meminta maaf, ia tetap diberi sanksi dari perusahaan. TKA tersebut harus menerima sanksi dari perusahaan dan dideportasi kembalikan ke negara Cina
“Saya sudah meminta maaf namun perusahaan tetap memberikan saya sanksi untuk di deportasi malam ini juga,” tandasnya






















