INSANKITA.COM, KONAWE – Persaingan sengit 62 tim dalam Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal akhirnya melahirkan satu juara. Tim Bukan Siapa Siapa asal Kendarikeluar sebagai kampiun setelah menuntaskan rangkaian pertandingan selama tiga hari, 19–21 September 2026, di Lapangan Basket kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), Konawe.
Turnamen ini mendapat antusiasme tinggi dari para pecinta Mobile Legends. Sebanyak 62 tim ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan total prize pool sebesar Rp15 juta.
Menariknya, seluruh peserta dapat mengikuti turnamen tanpa biaya pendaftaran. Namun, panitia membatasi jumlah peserta sesuai kuota yang telah ditentukan.
Salah satu panitia penyelenggara, Muhammad Aras, yang akrab disapa Oy, mengatakan turnamen tersebut digelar sebagai wadah bagi para pemain Mobile Legends untuk berkompetisi secara positif sekaligus mempererat silaturahmi antarpemain.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Total ada 62 tim yang ikut bertanding. Kami harap turnamen ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan meningkatkan prestasi esports, khususnya di momen kemerdekaan ini,” jelas Oy saat ditemui di lokasi, Sabtu (19/9/2026).
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari Ir. Afdhal, S.T., MPWK, yang dikenal dengan sapaan Brather Afdhal dan saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum DPW PAN Sultra.
Sebagai sponsor utama, Afdhal menilai perkembangan esports di Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang besar, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, esports tidak lagi sebatas aktivitas permainan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat menjadi ruang pembinaan dan pencapaian prestasi.
“Saya melihat anak-anak muda di Konawe dan Sultra ini punya potensi luar biasa. Esports bukan sekadar game, tapi sudah menjadi cabang olahraga prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah,” ujar Brather Afdhal saat menyerahkan hadiah kepada Juara 1, Tim Bukan Siapa Siapa, Senin malam (21/9/2026).
Ia mengatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi secara sehat dan mengembangkan kemampuan mereka.
“Lewat Liga PAN Mobile Legend ini, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, berkompetisi secara sehat, dan tentunya menjauhkan mereka dari hal-hal negatif,” tambahnya.
Brather Afdhal juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan turnamen tersebut sebagai awal untuk mengembangkan kemampuan ke level yang lebih tinggi.
“Jangan puas hanya jadi juara di kandang sendiri. Jadikan turnamen ini sebagai batu loncatan untuk naik ke level provinsi, nasional, bahkan internasional. Kami dari PAN Sultra akan terus hadir mendukung kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta dan penonton yang hadir pada malam penutupan.
Setelah berlangsung selama tiga hari, sejak 19 hingga 21 September 2026, kompetisi akhirnya menghasilkan para juara.
Tim Bukan Siapa Siapa asal Kendari berhasil keluar sebagai Juara 1dan berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp5 juta.
Sementara itu, Tim Tes Ombak, yang merupakan gabungan pemain dari Konawe dan Kendari, menempati posisi Juara 2 dengan hadiah Rp3,5 juta.
Posisi Juara 3 diraih Tim El Diablo dengan hadiah Rp2,5 juta. Sedangkan Tim Doubel Enan asal Konawe menempati posisi Juara 4 dan memperoleh hadiah Rp1,5 juta.
Panitia juga memberikan hadiah kepada tim yang menempati peringkat 5 hingga 8, masing-masing sebesar Rp500 ribu, Selain itu, penghargaan MVP Player juga mendapatkan hadiah Rp500 ribu.
Penyerahan hadiah berlangsung pada malam penutupan. Hadiah Juara 1 diserahkan langsung oleh Ir. Afdhal, S.T., MPWK selaku sponsor utama kegiatan.
Hadiah Juara 2 diserahkan oleh Nuryadin Tombili, S.T., Anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Sementara hadiah Juara 3 diserahkan langsung oleh panitia penyelenggara, Muhammad Aras.
Dengan berakhirnya kompetisi tersebut, Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal tidak hanya mencatatkan persaingan 62 tim, tetapi juga menjadi salah satu ruang kompetisi bagi komunitas esports untuk bertemu, berkompetisi, dan mengembangkan potensi pemain muda di Konawe dan Sulawesi Tenggara.
Laporan: Atzhar



















