INSANKITA.COM, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Konawe.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Konawe Yusran Akbar, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Ketua DPRD Kabupaten Konawe I Made Asmaya, Pabung Kodim, Ketua TP PKK Kabupaten Konawe, Sekretaris Daerah Konawe Ferdinand Sapan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe Yusran Akbar menegaskan bahwa seluruh pihak harus memahami tugas dan fungsi utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai leading sector dalam program percepatan penurunan stunting.
“Pertama, kita harus fokus pada tugas utama BKKBN yang berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara. Kita harus memahami tugas dan fungsinya, jangan mengarang sendiri dalam menjalankan program,” tegas Yusran.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD untuk mempelajari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) agar seluruh program pembangunan, termasuk penanganan stunting, berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah.
Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui kegiatan sosialisasi, tetapi harus disertai langkah nyata dengan mendeteksi permasalahan sejak dari hulu.
“Program ini merupakan program jangka menengah yang harus menjadi prioritas. Jangan hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi lakukan deteksi sejak awal agar penanganannya tepat sasaran,” ujarnya.
Bupati juga menginstruksikan para camat agar menyampaikan program tersebut kepada seluruh kepala desa dan lurah sehingga implementasinya dapat berjalan hingga tingkat paling bawah.
“Kepada para camat, sampaikan kepada kepala desa dan lurah agar program ini benar-benar dilaksanakan. Kita akan dinilai oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dari kerja nyata yang kita lakukan,” katanya.
Yusran menilai keberhasilan penanganan stunting tidak dapat diukur dari banyaknya rapat atau sosialisasi yang dilakukan, melainkan dari penurunan angka stunting di lapangan.
“Kalau kita hanya berbicara di dalam ruangan, sementara di lapangan angka stunting tidak turun, berarti kita belum berhasil. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memaksimalkan peran kader di desa sebagai ujung tombak dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, terutama keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Selain itu, Yusran mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Saya berharap semua pihak dapat berkolaborasi. Yang tidak kalah penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar pencegahan stunting bisa dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Konawe juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal dengan mengonsumsi madu sebagai salah satu sumber nutrisi alami.
“Konawe memiliki madu yang terkenal kualitasnya. Saya menyarankan masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi madu sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mendukung pemenuhan gizi keluarga,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi






















