INSANKITA.COM, KONAWE – Sebanyak 21 ribu kepala keluarga di Kabupaten Konawe bakal terima bantuan beras dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe dan Bulog Unaaha.
Hal tersebut diungkapkan PJ Bupati Konawe Harmin Ramba saat launching bantuan pangan cadangan beras Pemerintah Kabupaten Konawe tahun 2024, Rabu(24/01/2024) di Bulog Unaaha.
Ia mengatakan, sekitar 218 ton beras perbulan akan disalurkan pada masyarakat Konawe untuk 21 ribu kepala keluarga (KK)
“Penyaluran ini dalam rangka pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrim dan stunting,” kata Harmin.
Harmin menyebut, walaupun Pemkab Konawe ada peningkatan signifikan dari programnya. Namun, pihaknya tidak cepat berpuas diri dengan apa yang kita capai.
“Alhamdulillah Inflasi kita, kita terkendali 2,51 persen,” sebutnya.
Ia juga mengungkapkan, satu Februari 2023 Kabupaten Konawe akan rilis ukuran inflasi. Sebelumnya, Konawe berpegang indikator inflasi di Kota Kendari atau kota Baubau.
“Kita Kabupaten Konawe sudah berdiri sendiri dalam perhitungan inflasi,” tuturnya.
Harmin Ramba juga mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi pasar.
“Alhamdulillah harga di pasar menurun,” katanya
Ia juga menekankan, jangan terlena dengan apa yang telah dicapai. Sehingga akan terus bekerja dengan lebih baik lagi.
“Kita jalan terlena, tetap kerja, kerja, kerja,” tegas Harmin Ramba.
Kata Harmin, Sulawesi Tenggara termasuk daerah yang rawan bencana. Sehingga, Pemkab Konawe dan Forkopimda Konawe harus siap siaga bencana.
“Kalau ini terjadi, ini akan memicu inflasi, maupun meningkat kemiskinan ektrim sehingga saya, terbitkan surat siap siaga bencana. Untuk kita kita jaga-jaga,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bulog Unaaha Abdan Djarmi menyebut, kegiatan bantuan pangan ini terselenggara karena adanya kerjasama yang baik dari tingkat pemerintah daerah Konawe.
“Kerjasama dari Dinas Ketapang, Bappeda, Dukcapil, serta dari tranporter dari PT POS membuat kegiatan ini bisa terselenggara,” sebutnya.
Ia mengharapkan, adanya penangan dan pengawasan yang melakat terhadap penyaluran bantuan pangan beras ini.
Laporan: Redaksi



















