INSANKITA.COM, KONAWE – Ikatan Pemuda Pelajar Intelektual (IPPTEK) Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Menggelar diskusi terkait dengan Skripsi Kontroversial jumardi, Minggu (16/4/2023).
Diskusi ini mengangkat tema skripsi kontroversial jumardi, bagaimana seharusnya kita bersikap.
Ketua umum IPPTEK Anggaberi, Jordi Prayogi mengatakan agar seluruh anggota IPPTEK Anggaberi menerapkan cara berpikir yang rasional, kritis dan objektif dalam merespon berbagai macam isu sosial di masyarakat, termasuk skripsi yang dibuat oleh saudara jumardi tersebut.
Ia mengatakan hasil diskusi ini menyimpulkan bahwa terdapat banyak catatan kritis terhadap skripsi tersebut.
“Seperti judul yang tidak sesuai dengan isi penelitian, jumlah informan yang tidak merepresentasikan lokasi penelitian, tidak adanya data historis dan juga relasi sosial dalam bentuk pernikahan kedua suku tersebut hingga ketidakmampuan peneliti dalam mendeskripiskan data penelitian secara objektif,” kata Jordi
Jordi menyebut penarikan skripsi tersebut sebagai sebuah karya ilmiah adalah langkah yang tepat.
Jordi prayogi menekankan seluruh anggota IPPTEK Anggaberi untuk menahan diri terhadap berbagai isu yang bersifat provokatif baik di media sosial maupun dalam kehidupan nyata terkait beredarnya skripsi jumardi tersebut serta menyerahkan sepenuhnya persoalan ini pada pengurus Lembaga Adat Tolaki (LAT) sebagai representasi masyarakat suku tolaki dan aparat penegak hokum.
Acara diskusi yang merupakan agenda rutin organisasi IPPTEK Anggaberi. Seluruh anggota IPPTEK juga menyepakati bahwa IPPTEK Anggaberi perlu belajar mengembangkan kemampuan berpikir rasional, kritis dan objektif dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mudah terjebak dalam berbagai stereotip sosial yang dapat menjadi penyebab terjadinya konflik sosial di masyarakat.



















