INSANKITA.COM, KONAWE – Sebanyak tujuh ribu serikat buruh PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS) yang tergabung di dalam Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menyatakan siap mogok kerja, pada 22 maret 2023.
Hal tersebut diungkapkan pembina KSPN, Kasman Hasbur, saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler.
“Iya benar. Kami sudah matangkan, hari ini kami menggelar teklap atau teknis lapangan,” jelasnya, Senin (20/3/2023).
Sebenarnya, kata Kasman, pekerja yang tergabung dalam KSPN mencapai 9 ribu, tetapi ia merinci jika 20% dipastikan tidak akan ikut aksi mogok kerja karena sejumlah alasan.
“Menurut saya, kalau kami hitung yang tergabung dalam KSPN itu lebih dari 9 ribu tapi error paling 20% atau tidak siap. Adalah beberapa alasan,” katanya.
Kasman membeberkan, sejumlah alasan pekerja tidak mau mengikuti aksi mogok kerja karena mereka mendapati ancaman dari pihak perusahaan.
“Bentuk ancamannya itu akan diberi absen jika mereka tidak dilihat bekerja diperusahaan. Bahkan ada lagi para pengawas dipaksa tanda tangan untuk menolak aksi,” bebernya.
Kasman berharap, menjelang aksi mogok kerja, pekerja yang tergabung dalam KSPN tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar dan dapat melemahkan gerakan.
“Intinya lebih dari 7 ribu pekerja siap mogok kerja. Jangan mudah terprovokasi dan dapat melemahkan gerakan kita,” tutup Kasman.
Mogok kerja ini dilakukan untuk menyuarakan hak pekerja. Yang mana, adanya dugaan terjadinya pelanggaran hak pekerja yang dilakukan oleh perusahaan PT VDNI dan PT OSS.
Pelanggaran hak pekerja yang dimaksud ada tuntutan pekerja dalam surat pemberitahuan mogok kerja diantaranya persoalan pembuatan perjanjian kerja bersama (PKB), persoalan upah pekerja, dan sebagainya.
Sebelumnya juga, Depan pengurus Nasional (DPN) Federasi Kesatuan serikat pekerja nasional telah menyurat ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk mengusut masalah buruh yang terjadi di PT VDNI dan OSS.



















