INSANKITA.COM, KONAWE – Ulang Tahun Merupakan refleksi perjalanan yang telah di tempuh sepanjang tahun ini. Bagi tiap orang ulang tahun merupakan bagian yang paling penting, setidaknya untuk mengingat baik buruknya perjalanan tahun terakhir.
Dengan ulang tahun orang berharap akan ada perubahan signifikan dalam perjalanan hidup berikutnya. Dan dengan ulang tahun orang merencana apa yang dilakukannya untuk memenuhi impian maupun harapan yang tertunda. Dengan kata lain ulang tahun jadi semacam tanda bahwa kehidupan masih memberi makna.
Demikian pula ulang tahun kecamatan Puriala, kecamatan yang berada di kabupaten Konawe provinsi Sulawesi tenggara. Ulang tahun kecamatan Puriala merupakan refleksi kolektif atas sejumlah harapan dan impian masyarakat tentang kecamatan untuk tahun berikutnya. Ulang tahun kecamatan Puriala bisa disebut juga refleksi korektif tentang apa saja yang sudah di raih dan apa yang belum selama ini. Tak heran bila ulang tahun kecamatan Puriala riuh dengan segala aktivitas seperti pertandingan olahraga dan semacamnya sebagai bentuk rasa syukur Hingga hitungan kesekian kecamatan Puriala masih di cintai masyarakatnya.
Jikalau ada perbedaan perspektif terkait hal hal merealisasikan impian kolektif itu, maka akan menjadi renungan bersama antara pihak pemerintah kecamatan maupun pihak masyarakat untuk merumuskan desain kepemerintahan yang diinginkan bersama.
Sudah 16 tahun usia kecamatan Puriala sudah banyak ragam perjalanan dan bentuk kepemerintahan dari pemimpin pemimpin sebelumnya hingga pemimpin yang baru yakni bapak Jasmin S,E. Sebagai camat baru kecamatan Puriala. Dengan luas wilayah 26.lebih hektar ini terbagi menjadi 15 desa dan 1 kelurahan dengan harapan mampu menghidupkan apa yang dinamakan interaksi manusia.
Dan satu hal yang penting, bahwasanya kepemerintahan camat baru yakni bapak Jasmin SE mampu merealisasikan apa yang menjadi persoalan dan hal hal yang belum terselesaikan oleh camat atau kepemerintahan sebelumnya. Bukan hanya itu harapan yang kemudian muncul dari masyarakat kecamatan Puriala adalah kebijakan kepemimpinan camat baru mampu dicanangkan keinginan bersama untuk menciptakan birokrasi yang berpatokan pada kemajuan kesejahteraan umum.
Refleksi ini ditulis sebagai titik masuk betapa masih banyak persoalan kecamatan Puriala yang memerlukan keseriusan seluruh pihak. baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam rangka ekspresi kecintaan.
Oleh : Salfin tebara, Kabid informasi dan komunikasi HP21NUSANTARA



















