INSANKITA.COM, KONAWE – Wakil Bupati Konawe, H. Samsul Ibrahim, SE, M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Dalam kegiatan sosialisasi Program GENTING, Samsul memaparkan sejumlah target strategis yang harus dijalankan seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan menjadi orang tua asuh bagi satu Keluarga Risiko Stunting (KRS), sedangkan dunia usaha atau perusahaan minimal mendampingi lima KRS.
Menurutnya, program tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni, tetapi harus diwujudkan dengan aksi nyata.
“Gerakan orang tua asuh ini tidak mudah. Orang tua asuh yang sudah ditunjuk harus terealisasi,'” tegas Samsul.
Ia juga menyampaikan capaian membanggakan Kabupaten Konawe dalam penanganan stunting. Konawe berhasil naik dari peringkat kelima menjadi peringkat kedua dalam penilaian kinerja percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain itu, validasi data stunting di Kabupaten Konawe kini telah mencapai 100 persen.
“Ketika kita memperoleh posisi nomor dua stunting di Sultra, salah satunya karena validasi datanya 100 persen. Hari ini posisi semua sudah 100 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Samsul mengingatkan bahwa capaian tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga angka stunting dapat ditekan mendekati nol.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab BKKBN maupun Dinas Kesehatan. Seluruh sektor harus bergerak bersama, mulai dari PKK, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat, kepala desa hingga seluruh elemen masyarakat.
“Stunting ini tidak bisa hanya ditangani oleh BKKBN atau Dinas Kesehatan. Ini harus terpadu lintas sektor. Ada ketahanan pangan, sosial, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas. Semua harus bergerak bersama sampai ke tingkat bawah,” katanya.
Samsul juga menginstruksikan seluruh camat, kepala desa, bidan desa, dan penyuluh KB untuk melakukan validasi ulang data Keluarga Risiko Stunting dalam waktu dua minggu ke depan. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan tidak salah sasaran.
“Mulai hari ini saya meminta kepada kita semua untuk serentak bergerak memvalidasi data agar tuntas dalam dua minggu ke depan. Cek ulang nama, alamat, kondisi rumah hingga riwayat stunting. Data yang salah bisa menyebabkan bantuan salah sasaran,” jelasnya.
Selain menjadi orang tua asuh, ASN maupun perusahaan yang terlibat diwajibkan melakukan kunjungan sedikitnya satu kali setiap bulan untuk memantau kondisi gizi, sanitasi, tumbuh kembang anak, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan instansi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Samsul turut menyoroti tingginya angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Konawe yang masih menjadi yang tertinggi di Sulawesi Tenggara. Kondisi itu, menurutnya, harus menjadi perhatian serius seluruh tenaga kesehatan.
Ia meminta para bidan bersama aparat desa melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memastikan ibu hamil maupun ibu pascamelahirkan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Data menunjukkan angka kematian tertinggi di Sulawesi Tenggara berada di Kabupaten Konawe. Ini tidak bisa kita banggakan. Harus door-to-door. Jangan menunggu ibu hamil datang ke Puskesmas. Kalau mereka tidak datang, maka petugas yang harus turun,” tegasnya.
Samsul juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, serta mendorong agar persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas guna mengantisipasi risiko kehamilan dan persalinan.
Di sisi lain, ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meningkatkan akurasi data kependudukan melalui pendataan langsung hingga ke tingkat desa dan dusun.
“Capil tolong betul-betul mendata. Minta data dari desa, lakukan door-to-door supaya akurasi jumlah penduduk kita semakin baik dan benar,” pintanya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersatu dalam menyukseskan Program GENTING. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang kuat, target penurunan stunting tidak akan tercapai.
Laporan: Atzhar



















