INSANKITA.COM, KONAWE – Di tengah genangan banjir yang masih merendam sebagian wilayah Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Wonggeduku, Bupati Konawe, Yusran Akbar turun langsung meninjau kondisi warga terdampak, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi sejak banjir melanda kawasan itu pada Jumat (8/5/2026).

Setibanya di lokasi, rombongan bupati disambut Camat Wonggeduku, Edi Kurniawan, bersama Kepala Desa Dawi-Dawi, Lidiawati, Kapolsek Wonggeduku Ipda Harisman, SH, serta unsur Babinkamtibmas dari TNI. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mendampingi, termasuk Kepala Cabang Bulog Unaaha, Hendra Dionisius.
Balai Desa Dawi-Dawi yang kini difungsikan sebagai tempat pengungsian tampak dipenuhi warga. Di ruangan sederhana itu, para pengungsi duduk lesehan di atas terpal dan kasur tipis sambil menunggu bantuan dan kepastian kondisi banjir segera membaik.
Suasana haru terasa ketika Bupati Yusran Akbar menyapa satu per satu warga, terutama para ibu yang menggendong balita mereka. Dengan nada penuh perhatian, ia menanyakan langsung kondisi para pengungsi.
“Berapa banyak warga yang mengungsi di sini, Bu Lurah?” tanya Bupati.
Kepala Desa Dawi-Dawi, Lidiawati, kemudian menyampaikan laporan terkini terkait jumlah warga terdampak banjir.
“Total warga dari tiga dusun yang mengungsi di balai desa ini sebanyak 29 Kepala Keluarga atau 102 jiwa, Pak. Di antaranya terdapat 16 balita dan 7 lansia. Secara keseluruhan Desa Dawi-Dawi memiliki 161 KK dengan 587 jiwa, namun sebagian warga masih memilih bertahan di rumah karena air mulai berangsur surut,” jelasnya.
Mendengar laporan tersebut, Bupati Yusran Akbar langsung menyerahkan bantuan kebutuhan pokok secara simbolis kepada perwakilan warga. Bantuan itu berasal dari Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Bulog Unaaha.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga. Jangan sungkan menyampaikan kebutuhan yang paling mendesak,” ujar Bupati kepada para pengungsi.
Usai menyerahkan bantuan, rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko Medis yang didirikan Puskesmas Wonggeduku. Di posko tersebut, petugas medis melaporkan sejumlah keluhan kesehatan yang mulai dialami warga selama berada di pengungsian.
Dokter Tati, tenaga kesehatan yang bertugas, menyebut keluhan terbanyak berasal dari gangguan asam lambung akibat pola makan tidak teratur dan kondisi psikologis warga yang terganggu pasca-banjir.
“Selain asam lambung, ada juga beberapa kasus anemia, terutama pada ibu hamil dan remaja putri. Namun yang paling banyak dikeluhkan warga saat ini adalah gatal-gatal akibat gigitan nyamuk di area pengungsian,” ungkap dr. Tati.
Mendengar hal itu, wajah Bupati Yusran tampak serius. Ia langsung memberikan instruksi kepada jajarannya agar penanganan kesehatan menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat.
“Selain kebutuhan makan, kesehatan warga harus menjadi perhatian utama. Saya minta segera dilakukan fogging di sekitar balai desa dan pemukiman warga. Jangan sampai pasca-banjir muncul wabah demam berdarah maupun penyakit kulit lainnya. Tim medis juga harus siaga 24 jam, terutama untuk balita dan lansia,” tegasnya.
Kunjungan tersebut ditutup dengan peninjauan langsung ke pemukiman warga yang masih tergenang air. Bupati menyusuri kawasan banjir sambil berdialog dengan masyarakat dan memastikan pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan drainase serta normalisasi lingkungan pasca-banjir.
Laporan: Atzhar Tabara





















