INSANKITA.COM, KONAWE – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Konawe secara resmi menetapkan Kakanda Ripaldi sebagai Formatur sekaligus Ketua Umum Cabang periode 2025–2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme aklamasi dalam forum tertinggi organisasi tingkat cabang yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di Kabupaten Konawe.
Penetapan Ripaldi berlangsung secara mufakat setelah empat komisariat yang ada di Cabang Konawe secara resmi memberikan rekomendasi dan delegasi suara kepadanya. Proses persidangan berjalan dinamis dan penuh khidmat dengan dihadiri seluruh unsur kader serta delegasi komisariat se-Cabang Konawe.
Berdasarkan hasil rekomendasi tersebut, forum Konfercab V sepakat menetapkan Ripaldi sebagai formatur tanpa melalui proses pemungutan suara, menandai kuatnya dukungan kader terhadap kepemimpinan yang akan dijalankannya selama satu periode ke depan.
Usai ditetapkan, Ripaldi menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh komisariat. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.
“Kepercayaan teman-teman komisariat dalam memilih saya sebagai Ketua Cabang merupakan amanah besar. Insya Allah, saya akan berupaya menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART HMI serta menjaga marwah organisasi,” ujar Ripaldi.
Sementara itu, Ketua Umum Demisioner (Mantum) HMI Cabang Konawe, Novriyanto, dalam arahannya menegaskan bahwa ketua cabang terpilih harus mampu menjadi tulang punggung organisasi dan penggerak utama kader di tingkat cabang.
Menurutnya, kepemimpinan cabang tidak hanya berfokus pada aspek administrasi organisasi, tetapi juga harus mampu memperkuat ideologi ke-HMI-an, melakukan konsolidasi kader, serta meningkatkan kualitas pengkaderan di seluruh komisariat.
Dengan terpilihnya Ripaldi sebagai Ketua Umum Cabang HMI Konawe periode 2025–2026, diharapkan kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat baru dan memperkuat peran HMI sebagai organisasi kader yang konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.



















