INSANKITA.COM, KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar Apel Bersama Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Kamis (15/1/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, dan dihadiri Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, Sekretaris Daerah Konawe Ferdinand Sapan, jajaran kepala OPD, unsur TNI/Polri, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Konawe.
Dalam amanatnya, Bupati Konawe menyampaikan bahwa tema besar Hari Desa Nasional 2026, “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, sangat sejalan dengan arah pembangunan daerah yang diusung Pemkab Konawe melalui tagline “Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja.”
Yusran Akbar mengungkapkan, selama 66 tahun Kabupaten Konawe berdiri, daerah ini telah melahirkan tiga daerah otonom baru dan kini memiliki 28 kecamatan, 57 kelurahan, serta 291 desa. Namun demikian, dari jumlah tersebut masih terdapat desa yang belum mencapai status mandiri.
“Dari 291 desa, masih ada 10 desa berstatus tertinggal, 199 desa berkembang, dan 82 desa maju. Belum satu pun desa yang berstatus mandiri. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegas Yusran.
Untuk mendorong percepatan kemajuan desa, Bupati Konawe menekankan lima karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap kepala desa dalam menjalankan kepemimpinannya.
Pertama, visioner, yakni memiliki gambaran dan arah pembangunan desa yang jelas untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Kedua, adaptif, terbuka terhadap perubahan dan kemajuan teknologi, mulai dari pemanfaatan aplikasi perpesanan untuk koordinasi, media sosial sebagai sarana promosi, hingga internet untuk pemasaran produk unggulan desa.
Ketiga, kolaboratif, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, seperti pemuda yang memiliki kemampuan digital, ibu-ibu PKK melalui jejaring sosialnya, serta tokoh agama dengan kearifan lokal yang dimiliki.
Keempat, berani mengambil risiko secara terukur, melalui pelaksanaan pilot project berskala kecil yang kemudian dievaluasi dan dikembangkan apabila terbukti berhasil.
Kelima, berpikir kreatif dan out of the box, dengan melihat potensi desa dari sudut pandang yang tidak biasa, seperti mengelola sampah menjadi peluang ekonomi, mengembangkan mata air sebagai destinasi wisata, atau mengangkat tradisi lokal sebagai aset budaya bernilai.
“Insya Allah, jika lima karakter ini dijalankan dengan baik, desa-desa kita akan bergerak maju dan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” pungkas Yusran.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Konawe juga menyerahkan secara simbolis dividen dari BPR Bahteramas Konawe kepada lima perwakilan desa.
Laporan: Redaksi





















