INSANKITA.COM, KONAWE – Aroma khas kopi yang menggoda langsung menyapa setiap pengunjung yang melangkah ke stan milik Pemerintah Desa Ana Onembute, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe. Di tengah deretan produk inovatif dari berbagai desa, kehadiran Kopi AO (Ana Onembute) mencuri perhatian.
Kopi hasil olahan masyarakat Ana Onembute itu menjadi ikon baru yang dibanggakan Kepala Desa Ana Onembute, Mantasia. Dengan senyum ramah, ia menyapa setiap pengunjung yang penasaran ingin mencicipi racikan kopi buatan warganya.
“Alhamdulillah, pembeli pertama kopi AO adalah seorang perempuan yang langsung mencoba seduhan di tempat. Ini menjadi awal yang baik bagi kami,” tutur Mantasia dengan raut penuh semangat.
Bagi Mantasia, keikutsertaan di Expo Inovasi Desa Konawe 2025 bukan sekadar pameran. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk memperlihatkan potensi terbaik yang mereka miliki termasuk olahan kopi lokal yang lahir dari tangan-tangan masyarakat sendiri.
Kopi AO hadir bukan hanya sebagai minuman, tetapi simbol kebanggaan. Proses pengolahannya dilakukan dengan cara tradisional, memadukan pengalaman petani lokal dengan cita rasa khas dataran Ana Onembute. Setiap biji kopi yang kami olah punya cerita,” tambah Mantasia, sambil menunjukkan kemasan sederhana berlabel Kopi AO.
Tak butuh waktu lama, aroma kopi yang diseduh di stan tersebut menarik perhatian pengunjung lain. Satu per satu mampir, mencicipi, dan memberikan pujian. Beberapa bahkan langsung membeli untuk dibawa pulang.
Expo Inovasi Desa kali ini menjadi momentum penting bagi Desa Ana Onembute untuk memperkenalkan hasil kreativitas warganya. Melalui Kopi AO, desa kecil di Kecamatan Onembute ini mulai menapaki langkah menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami ingin Kopi AO dikenal bukan hanya di Konawe, tapi juga di luar daerah. Ini bukti bahwa desa pun bisa berinovasi dan punya produk unggulan,” tutup Mantasia.
Laporan: Atzhar Tabara



















