INSANKITA.COM, KONAWE – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2008-2013 dan 2013-2018, Nur Alam gelar Halal Bi Halal dan pamitan yang tertunda, Senin (22/4/2024).
Nur Alam mengatakan, ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H baru telah terlewati dan ini saatnya saling memaafkan satu sama lain.
“Pada momentum halal bi halal ini, saya dan keluarga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Konawe,” kata Nur Alam
Kata Nur Alam, sekitar tujuh tahun yang lalu, Ia tidak berada lagi di Sultra karena di penjara. Sehingga, pamitan yang harus dilaksanakan diakhir jabatannya tidak bisa terealisasi.
Gubernur dua periode Sultra itu kemudian menceritakan kisah yang menimpa dirinya dalam tuduhan perkara yang berkaitan dengan tugas dan jabatannya sebagai Gubernur Sultra.
“Saya pergi untuk terus menunjukkan bahwasanya pemimpin Tolaki bukan pemimpin pengecut atau jongos yang di pelihara oleh penjajah,” tandasnya.
Nur Alam juga mengingatkan untuk tokoh yang berada di Konawe raya agar mempersiap diri dengan sebaik-baiknya tapi perlu juga untuk mawas diri dengan setinggi tingginya.
Ia juga menyebut, Kabupaten Konawe merupakan induk dari daratan secara keseluruhan di Sultra.
“Kita harus terus menunjukkan Sebagai komponen utama di Sultra, kita tidak boleh larut dengan tuntutan demokrasi yang akhirnya menghilangkan identitas kita, bahkan tidak menuntut kemungkinan suatu waktu komunitas kita tidak lagi eksis di berbagai tempat,” katanya
Nur Alam menginginkan ada yang seperti dirinya memimpin Sultra dengan adil dan bijaksana dan itu di akui oleh Nasional.
“Saya walaupun baru keluar dari penjara, saya akan turun ke gelanggang, saya tidak akan menyerah dan tidak akan pernah mau. Bila perlu Meluho (Bahasa Suku Tolaki),” tegasnya
Ia juga menyebut banyak tokoh yang mampu memimpin Sultra berasal dari Konawe Raya. Sehingga ia mengajak masyarakat dan para tokoh-tokoh di Konawe untuk bersatu, bergerak bersama-sama, dan bertanding secara fair.
Nur Alam menegaskan akan mendukung putra terbaik Konawe yang akan maju di Pilkada 2024 mendatang. Tetapi dengan catatan memiliki tiga faktor.
“Yang pertama, masalah administrasi, termaksud istilah pintu. Kedua, akuntabilitas diri, dan ketiga, mempersiapkan oksigen yang sebanyak-banyaknya kerena pertarungan ini membutuhkan energi dan waktu yang panjang,” tandasnya
Laporan: Redaksi



















