INSANKITA.COM, KENDARI – Sejumlah emak-emak di Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan menghentikan alat berat milik perusahaan nikel PT WIN.
Hal tersebut beredar dalam sebuah video yang memperlihatkan masyarakat melakukan protes terhadap aktivitas alat berat diduga milik perusahaan pertambangan beredar di grub WhatsApp, pada Rabu (27/9/2023) siang.
Dalam video berdurasi 30 detik yang diterima media ini, terlihat warga mendatangi 6 unit alat berat berjenis excavator dan meminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun.
Hal ini di benarkan salah satu karyawan PT WIN yang enggan disebutkan.
“Iya,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp saat ditanya terkait emak-emak yang menghadang alat berat milik perusahaan nikel tersebut, Kamis (28/9/2023).
Menurutnya, masyarakat atau ibu-ibu yang menghentikan alat berat itu karena akan ada dampak polusi udara yang di timbulkan perusahaan nikel PT WIN.
“Alasannya akan ada dampak debu itu kata mereka,” tuturnya
Terkait polusi tersebut, kata dia, pihak perusahaan telah berubah menyiapkan tank penyiram untuk menyiram debu yang di timbulkan.
Lanjutnya, Ia mengungkapkan, aktivitas perusahaan nikel tersebut sedang di hentikan sambil menunggu proses penyelesaian dengan masyarakat sekitar.
“Kalau sekarang diistirahatkan dulu,” ucapnya
Ia menyebut bahwa masyarakat yang datang menghentikan alat berat milik perusahaan merupakan masyarakat yang memilik tempat tinggal jauh dari lokasi pertambangan PT WIN.
“Tapi kemarin itu, emak-emak yang datang kalau kami liat emang agak jauh dari tempat penambangan dengan rumah mereka,” sebutnya
Ia juga mengklaim, hanya sebagian masyarakat yang menolak sedangkan sebagian lagi mendukung perusahaan untuk melakukan pertambangan.
“Itu hanya sebagian dari masyarakat torobulu yang menolak sebagian mendukung perusahaan untuk melakukan penambangan,” klaimnya. (Redaksi)



















